Wednesday, 13 May 2015

Luahan

Apa yang kau rasa saat mereka memandang rendah bukan terhadapmu dirimu semata tapi pada yang menjadi peganganmu?

Yakni agamamu, Islam terchenta.
Kalimah tauhid "La ilaha illah Allah, Muhammadar rasulullah."

Kerna lambang itu kau bawa ke mana saja tanah yang kau tapaki.
Kerna pada tudung labuh mu terlabel pada mata manusia bahawa dikau membawa nama agama.
Kerna simbol itu kau pegang pada sekian hampir waktu.

Tapi mengapa masih jauh dari Allah?
Hati kosong dari penghayatan yang menyucikan jiwa.
Graf akhlak semakin menuruni pada kertas kotak-kotak yang hijau.

Kefahaman kebenaran yang pernah sampai diabaikan begitu saja seolah tiada kepentingan pada kehidupannya.
Tangisan air mata yang pernah menyesali silap dahulu seakan akan dusta semata.
Pengakuan dengan ucapan tazkirah buat yang lainnya seperti bicara kosong semata yang menyimpang dari tujuan yang sebenar.

Kerna jauhnya dari Allah!
Kita kehilangan segalanya.
Bukankah dunia ini hanya senda gurau dan permainan?
Yang harus kita fikirkan seeloknya saban detik adalah apa yang harus usahakan untuk menghadapi hari esok yakni hari akhirat itu sendiri.

Malulah kepada Allah tentang apa yang telah kau persembahkan!
Bukti apa yang mampu kau tunjukkan untuk mempastikan pengakhiranmu adalah menurut sangkaanmu?

Sekali kali tiada. Manusia itu lemah selemahnya.

Segalanya adalah pinjaman daripada Allah. Dan Allah mampu menarik kembali segala milikNya tanpa memandang kita, lantas manusia tidak punyai apa!
_______________________________________________________________________

Seandainya aku mampu meluah segala apa yang terbuku dihatiku, aku akan laksana namun aku lemah, tidak mampu berbuat untuk mencapai tujuan itu.

Mungkin Allah masih tak mengizin.
Mungkin juga kerna aku masih kaku tiada berbuat apa, Allah tak ingin aku berkata tapi amal ku diam bisu dan membuta.

Maka bersyukurlah.

InshaAllah ada sesuatu yang Allah rancang terbaik buat hambaNya.

Meski demikian, aku sering berdoa pada Allah agar segala rasa yang tersembunyi penuh berselirat pada lubuk hatiku yang paling dalam, mampu untuk ku tebarkan pada waktu yang ditentukanNya.

Demi Allah yang Maha Agung,
Aku ingin mereka tahu, faham dan sedar akan jalan kebenaran yang sebenar,
Aku ingin berkasih sayang bersama mereka di sorga penuh kenikmatan sana,
Merasai kemanisan cinta Allah dan Rasul.
Menerima ucapan salam dari Rabb Teragung.
Mendampingi Rasulullah SAW pada sorga tertinggi Firdausi.

InshaAllah, segalanya hanya Allah.

Lillah.

No comments:

Post a Comment